14 Desember 2011

HEMOFILIA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebenarnya hemofilia telah ditemukan sejak lama sekali, dan belum memiliki nama. Talmud, yaitu sekumpulan tulisan para rabi Yahudi, 2 abad setelah masehi menyatakan bahwa seorang bayi laki-laki tidak harus di khitan jika dua kakak laki-lakinya mengalami kematian akibat di khitan.
Seorang dokter asal Arab, Albucasis, yang hidup pada abad ke 12 telah menulis tentang sebuah keluarga yang setiap anak laki-lakinya meninggal setelah terjadi perdarahan akibat luka kecil.
Kemudian pada tahun 1803, Dr. John Conrad Otto, seorang dokter asal Philadelphia menulis sebuah laporan mengenai perdarahan yang terjadi pada suatu keluarga tertentu saja. Ia menyimpulkan bahwa kondisi tersebut diturunkan hanya pada pria. Ia menelusuri penyakit tersebut pada seorang wanita dengan tiga generasi sebelumnya yang tinggal dekat Plymouth, New Hampshire pada tahun 1780.
Kata hemofilia pertamakali muncul pada sebuah tulisan yang ditulis oleh Hopff di Universitas Zurich, tahun 1828. Dan menurut ensiklopedia Britanica, istilah hemofilia (haemophilia) pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter berkebangsaan Jerman, Johann Lukas Schonlein (1793 - 1864), pada tahun 1928.
Sepanjang hidupnya Schonlein berusaha menjadikan kedokteran sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan alam. Upaya Schonlein dalam hal inilah yang memungkinkan kedokteran mengembangkan metode pengajaran dan praktek kedokteran klinik.Schonlein yang adalah seorang guru besar kedokteran di tiga universitas besar di Jerman - Wurzburg (1824 - 1833), Zurich (1833 - 1830) dan Berlin (1840 - 1859) - adalah dokter pertama yang memanfaatkan mikroskop untuk melakukan analisis kimiawi terhadap urin dan darah guna menegakkan diagnosis atas penyakit yang diderita seorang pasien.
Hemofilia seringkali disebut dengan "The Royal Diseases" atau penyakit kerajaan. Ini di sebabkan Ratu Inggris, Ratu Victoria (1837 - 1901) adalah seorang pembawa sifat/carrier hemofilia. Anaknya yang ke delapan, Leopold adalah seorang hemofilia dan sering mengalami perdarahan. Keadaan ini di beritakan pada British Medical Journal pada tahun 1868. Leopold meninggal dunia akibat perdarahan otak pada saat ia berumur 31 tahun. Salah seorang anak perempuannya, Alice, ternyata adalah carrier hemofilia dan anak laki-laki dari Alice, Viscount Trematon, juga meninggal akibat perdarahan otak pada tahun 1928.
Hal terpenting dalam sejarah hemofilia adalah keberadaan penyakit tersebut di dalam keluarga kerajaan Rusia. Dua dari anak perempuan Ratu Victoria, Alice dan Beatrice, adalah carrier. Mereka menyebarkan penyakit hemofilia ke Spanyol, Jerman dan Keluarga Kerajaan Rusia.
1.2 Masalah
Dengan demikian dari latar belakang diatas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam makalah ini yaitu” Apakah Hemophilia, Anatomi fisiologi, patofisiologi, etiologi, manifestasi klinik, pemeriksaan diagnostic, penatalaksanaan medis, pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan,implementasi dan evaluasi dalam hemophilia tersebut.
1.3 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini yaitu untuk menambah pengetahuan mahasiswa-mahasiswi tentang hemophilia, selain itu agar mahasiswa-mahasiswi dapat menerapkannya dalam praktik keperawatan.
1.4 Metode
Metode yang dipakai dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan melihat buku-buku yang berkenaan dengan hemophilia, selain itu dengan melihat situs-situs internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hemofilia
Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.
Hemofilia adalah suatu penyakit keturunan pula yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku di waktu terjadi luka.Biasanya darah orang normal bila keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit.Akan tetapi pada orang hemofilia,darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam, sehingga menyebabkan orang meninggal dunia karena kehilangan banyak darah. .(Suryo,1986.211).
Hemofilia merupakan gangguan koagulasi herediter atau didapat yang paling sering dijumpai,bermanifestasi sebagai episode perdarahan intermiten.( )
Hemofilia adalah penyakit perdarahan akibat kekurangan factor pembekuan darah
yang diturunkan (herediter) secara sex-linked recessive pada kromosom X.
Meskipun Hemofilia penyakit herediter tetapi sekitar 20-30% pasien tidak memiliki riwayat Keluarga dengan gangguan pembekuan darah, sehingga diduga terjadi mutasi spontan akibat lingkungan endogen ataupun eksogen.
Hemofilia adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan kelainan pembekuan darah herediter pada trombosit yang tidak bisa membuat factor VIII (AHF, antihemopilitic factor). (Arita Murwani,2008.90)
Hemofilia merupakan kelainan perdarahan herediter terikat seksi resesif yang dikarakteristikkan oleh defisiensi factor pembekuan esensial yang diakibatkan oleh mutasi pada kromosom X. (Wiwik Handayani,Andi Sulistyo Haribowo,2008.119)

Darah Sukar Membeku

Rantai Keturunan Hemofilia

Yang Mewarisi Hemofilia

2.2 Anatomi Fisiologi
A. Ciri-Ciri Fisik dan Kimia dari Trombosit
Trombosit berbentuk bulat kecil atau cakram oval dengan diameter 2 sampai 4 mikrometer. Trombosit dibemtuk di sumsum tulang dari megakarosit, yaitu sel yang sangat besar dalam susunan hemopoetik dalam sumsum tulang yang memecah menjadi trombosit, baik dalam sumsum tulang atau segera setelah memasuki darah, khususnya ketika mencoba untuk memasuki kapiler paru. Megakariosit tidak meninggalkan sumsum tulang untuk memasuki darah. Konsentrasi normal trombosit dalam darah ialah antara 150.000 dan 350.000 per mikroliter.
Trombosit mempunyai banyak ciri khas fungsional sebagai sebuah sel, walaupun tidak mempunyai inti dan tidak dapat bereproduksi. Didalam sitoplasmanya terdapat faktor-faktor   aktif    seperti:

 Molekul aktin dan miosin, sama seperti yang terdapat dalam sel-sel otot, juga protein kontraktil lainnya, yaitu tromboplastin, yang dapat menyebabkan trombosit berkontraksi.
 Sisa-sisa retikulum endoplasma dan aparatus golgi yang mensintesis berbagai enzim dan menyimpan sejumlah besar ion kalsium.
 Mitokondria dan sistem enzim yang mamapu membentuk adenosin trifosfat dan adenosin difosfat
 Sistem enzim yang mensintesis protaglandin, yang merupakan hormon setempat yang menyebabkan berbagai jenis reaksi pembuluh darah dan reaksi jaringan setempat lainnya.
 Suatu protein penting yang disebut faktor stabilisasi fibrin.
 Faktor pertumbuhan yang dapat menyebabkan penggandaan dan pertumbuhan sel endotel pembuluh darah, sel otot polos pembuluh darah, fibroblas, sehingga dapat menimbulkan pertumbuhan sel-sel untuk memperbaiki dinding pembuluh darah yang rusak.
Membran sel trombosit juga penting. Dipermukaannya terdapat lapisan glikoprotein yang menyebabkan trombosit dapat menghindari pelekatan pada endotel normal dan justru melekat pada daerah dinding pembuluh yang luka
2.3 Patofisiologi
Darah mengandung:
 Plasma Darah
 Darah Beku
Darah beku mempunyai susunan:
 Erytrocit
 Leucocyt
 Trombocyt
Disini trombocyt mengalami gangguan yang tidak bias menghasilkan factor VIII (AHF) yang menyebabkan darah sukar membeku.
Patogenesis
Thrombocyt tidak dapat menghasilkan AHF (Anti Hemophiliac Faktor). Sehingga AHF darah kurang dari standart AHF ini berfungsi menunjang stabilisasi fibris usntuk mengadakan pembekuan karena AHF kurang dari normal, sehingga darah sukar terjadi pembekuan.
2.4 Etiologi
Trombosit tidak bias membuat factor VIII (AHF).
Faktor Penunjang:
a. Adanya anak perempuan dari seorang pria penderita hemophilia menjadi seorang karier.
b. Kemungkinan 50% anak lelaki dari keturunan anak wanita yang menjadi karier hemophilia.
c. Anak yang dilahirkan dari ayah yang menderita hemophilia dan ibu yang menderita karier hemophilia.
d. Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)
e. Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya
f. Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.
g. Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.
h. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.
Setiap sel di dalam tubuh memiliki struktur - struktur yang di sebut kromosom (chromosomes). Didalam ilmu kimia, sebuah rantai kromosom yang panjang disebut DNA. DNA ini disusun kedalam ratusan unit yang di sebut gen yang dapat menentukan beberapa hal, seperti warna mata seseorang.
Setiap sel terdiri dari 46 kromosom yang disusun dalam 23 pasang. Salah satu pasangnya dikenal sebagai kromosom seks, atau kromosom yang menentukan jenis kelamin manusia. Wanita memiliki dua kromosom X dalam satu pasang, dan pria memiliki satu kromosom X, dan satu kromosom Y dalam satu pasang.
2.5 Manifestasi Klinik
Manifestasi klinik hemofilia A dan B sama yaitu berupa perdarahan yang dapat terjadi setelah trauma maupun spontan. Perdarahan setelah trauma bersifat “delayed bleeding’, karena timbulnya perdarahan terlambat. Jadi mula – mula luka dapat ditutup oleh sumbat trombosit, tetapi karena defisiensi F VIII atau IX maka pembentukan fibrin terganggu sehingga timbul perdarahan. Gambaran yang khas adalah hematoma dan hemartrosis atau perdarahan dalam rongga sendi. Perdarahan yang berulang – ulang pada rongga sendi dapat mengakibatkan cacat yang menetap dan perdarahan pada organ tubuh yang penting seperti otak dapat membahayakan jiwa. Beratnya penyakit tergantung aktivitas F VIII dan IX. Hemofilia berat jika aktivitas FVIII atau IX kurang dari 1%, hemofilia sedang jika aktivitasnya 1 – 5% dan hemofilia ringan jika aktivitasnya 5 – 25%.
Manifestasi klinik yang sering terjadi terlihat pada klien dengan hemophilia adalah adanya perdarahan berlebihan secara spontan setelah luka ringan, pembengkakan, nyeri, dan kelainan-kelainan degeneratif pada sendi, serta keterbatasan gerak. Hematuria spontan dan perdarahan gastrointestinal juga kecacatan terjadi akibat kerusakan sendi
Kerusakan sendi adalah kerusakan yang disebabkan oleh perdarahan berulang di dalam dan di sekitar rongga sendi. Kerusakan yang menetap dapat disebabkan oleh satu kali perdarahan yang berat (hemarthrosis). Namun secara normal, kerusakan merupakan akibat dari perdarahan berulang ulang pada sendi yang sama selama beberapa tahun. Makin sering perdarahan dan makin banyak perdarahan makin besar kerusakan.Dokter menyebut kerusakan sendi pada hemofilia sebagai "artropati hemofilia".
Kerusakan sendi pada hemofilia mirip dengan kerusakan sendi pada orang normal dengan radang sendi atau artritis. Ini terjadi pada 2 tempat yaitu pada sinovium dan rawan sendi.
Sinovium adalah lapisan tipis di bagian dalam sendi yang mempunyai 3 fungsi :
-
  • untuk melumasi sendi
-
  • memberi makan rawan sendi dan
-
  • untuk menyingkirkan cairan dan kotoran dari sendi
Terdapat banyak pembuluh darah dalam sinovium. Ini merupakan satu alasan mengapa sendi sering mengalami perdarahan pada hemofilia.
Jika terjadi perdarahan dalam sendi, sinovium menyerap darah untuk menyingkirkannya. Zat besi dalam darah akan tertimbun pada sinovium. Dokter menganggap zat besi dapat menyebabkan sinovium menjadi tebal. Sinovium yang tebal ini mengandung lebih banyak pembuluh darah sehingga lebih mudah berdarah.
Terdapat 2 jenis rawan sendi, yang paling penting adalah pembentuk tutup yang licin dan keras pada ujung tulang sendi. Ini memungkinkan tulang untuk saling bersinggungan tanpa gesekan. Rawan sendi ini mendapat makanan dari enzim dari sinovium yang bengkak. Jenis rawan sendi yang lain adalah seperti peredam kejut, hanya terdapat pada lutut, dan sering trauma waktu olah raga. Yang ini tidak begitu penting pada kerusakan sendi pada hemofilia.
Dengan cara ini, perdarahan pada sendi merupakan lingkaran setan. Jika sendi rusak, perdarahan lebih sering terjadi. Kerusakan akan makin buruk. Seperti kerusakan sendi, sering terjadi pengerutan jaringan lunak, tendo, dan ligamen sekitar sendi sehingga kemampuan gerak sendi sebagian hilang.(Bandingka
Sendi yang paling sering rusak adalah sendi engsel seperti :
-
  • lutut
-
  • pergelangan kaki
-
  • siku
Sendi engsel ini hanya mempunyai sedikit perlindungan terhadap tekanan darisamping. Akibatnya sering terjadi perdarahan.
Sendi peluru yang mempunyai penunjang lebih baik, jarang terjadi perdarahan seperti :
-
  • panggul
-
  • bahu
Sendi pada pergelangan tangan, tangan dan kaki kadang - kadang mengalami perdarahan. Namun jarang menimbulkan kerusakan sendi.
Kerusakan sendi dapat mempengaruhi aktivitas sehari hari melalui beberapa cara. Pada umumnya kerusakan sendi akan menimbulkan :
-
  • perdarahan berulang pada sendi yang sama
-
  • kemampuan gerak sendi menjadi terbatas (sendi tak dapat dibuka atau ditutup maksimal)
-
  • hilangnya kekuatan otot sekitar sendi
-
  • sendi terasa nyeri jika dipakai
-
  • bahkan nyeri terasa jika sendi dalam keadaan istirahat
Jika kerusakan terjadi pada lutut atau pergelangan kaki dan tergantung beratnya, seorang penderita hemofilia berkemungkinan :
-
  • tak dapat mengendarai sepeda, lari atau menari
-
  • tak dapat berjalan tanpa nyeri
-
  • tak dapat membawa barang berat
-
  • sendi terasa nyeri jika dipakai
-
  • tak dapat berlutut
-
  • mendapat masalah pada saat naik terutama turun tangga
-
  • mengalami kesulitan untuk masuk dan keluar dari mobil
-
  • memerlukan tongkat atau penyangga
-
  • memerlukan kursi roda untuk bergerak
Jika kerusakan terjadi pada siku, tergantung beratnya maka penderita hemofilia berkemungkinan :
-
  • tak dapat membawa beban berat
-
  • tidak dapat mengancingkan baju atau memasang dasi
-
  • sulit untuk bercukur atau makan
-
  • nyeri bila menulis
2.6 Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan Laboraturium memperlihatkan waktu perdarahan yang normal, tetapi PPT memanjang. Terjadi penurunan pengukuran factor VIII.Selanjutnya dapat juga dilakukan pemeriksaan prenatal untuk gen yang bersangkutan
Laboratorium:
 Darah voll. C trombo, leuco, diff-Hb
 SGOT, SGPT, Bilirubin, Faal hati
 Urine Voll
2.7 Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan yang lazim dilakukan pada klien ini adalah sbb:
1. Transfusi periodic dari plasma beku segar (PBS)
2. Pemberian konsentrat factor VIII dan IX pada klien yang mengalami perdarahan aktif atau sebagai upaya pencegahan sebelum pencabutan gigi dan pembedahan
3. Hindari pemberian aspirin atau suntikan secara IM
4. Membersihkan mulut sebagai upaya pencegahan
5. Bidai dan alat orthopedic bagi klien yang mengalami perdarahan otot dan sendi.

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Pada Trimester I, II, III meliputi kebutuhan traveling, persiapan laktasi, persiapan persalinan, persiapan kelahiran, dan memantau kesejahteraan janin


PENDAHULUAN


Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harus diperhatikan agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygiene, pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil, istirahat/tidur, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan kelahiran bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya, kunjungan ulang, pekerjaan, tanda bahaya dalam kehamilan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan dibahas satu persatu dalam makalh ini.
            
    kebutuhan Traveling

Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta edema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk berpergian. Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi/diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan.
Kebutuhan Traveling Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
1.      Boleh asal konsultasi lebih dahulu
2.      waktu terbaik adalah pada usia kehamilan trimester II (minggu ke 13 sampai ke 28)
3.      Trimester I akan menganggu karena mual, kelelahan, resiko abortus
4.      Trimester III akan menganggu karena beban perut makin besar, kelelahan, resiko prematur.

2. Persiapan Laktasi

Persiapan menyusui pada masa kehamilan meripakan hal yang penting karena dengan persiapan dini ibu akan lebih baik dam siap untuk menyusui bayinya. Untuk ibu hamil sebaiknya masuk dalam kelas bimbingan persiapan menyusui (BPM)
 
Suatu pusat pelayanan kesehatan seperti RS, RB dan puskesmas harus mempunyai kebijakan yang berkenaan dengan pelayanan ibu hamil yang menunjang keberhasilan menyusui.
Pelayanan pada BPM terdiri atas :
~ Penyuluhan
ü  Keunggulan ASI
ü  Manfaat rawat gabung
ü  Perawatan puting susu
ü  Perawatan bayi
ü  Gizi ibu hamil dan menyusui
ü  Keluarga berencana

Persiapan psikologis ibu untuk menuyusui pada saat kehamilan sangat berarti, karena keputusan atau sikap yang positif harus sudah terjadi saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Banyak ibu yang memiliki masalah. Oleh karenanya bidan harus dapat membuat ibu tertarik dan simpati.


Langkah – langkah yang harus di ambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
1.     Setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ibu akan sikses dalam menyusui bayinya
2.    Meyakinkan ibu akan keuntungan asi dan kerugian susu buatan/formila
3.    Memecahkan masalah yang timbul dalam menyusui
4.    Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan.
5.    Memberikan kesempatan ibu untuk bertanya.

Pelayanan pemeriksaan payudara, perawatan putting susu dan senam hamil :
          Tujuan pemeriksaan payudara adalah untuk mengetahui lebih dini adanya kelainan, sehingga diharapkan dapat dikoreksi sebelum persalinan. Pemeriksaan payudara dilaksanakan pada kunjungan pertama ibu, dimulai dari inspeksi, dan palpasi.

      
Untuk menunjang keberhasilan menyusui maka pada saat kehamilan putting susu ibu perlu diperiksa kelenturannya dengan cara :
1.     Sebelum dipegang periksa dulu bentuk puting susu
2.    Cubit areola di sisi puting susu dengan ibu jari dan telunjuk

3.    Dengan perlahan putting susu dan areola ditarik, untuk membentuk dot, bila putting susu mudah dirtarik, berarti lentur, Tertarik sedikit berarti kurang lentur, masuk ke dalam berarti berarti putting susu terbenam.

Putiing susu dapat dikoreksi dengan :
1.     Gerakan hofman (sekarang tidak dianjurkan lagi)
2.    Penggunaan pompa putting
Bila pompa putting tidak tersedia dapat dibuat dari modifikasi jarum suntik 10 cc, bagian ujung jarum dipotong dan kemudian pendorong dimasukkan dari arah potongan tersebut. Kemudian tarik putting perlahan sehingga ada tahanan dan dipertahankan selama 30 detik sampai 1 menit. Lakukan beberapa kali dalam sehari.

Langkah – langkah menyusui yang benar :
1.     Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada putting susu.
2.    Bayi diletakkan menghadap payudara.
a.    Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai. Bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah dan punggung ibu bersandar pada kursi
b.    Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ( kepala tidak boleh menengadah, dan bokong menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan )
c.    Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu didepan
d.    Perut bayi menempel badan ibu, badan dan kepala bayi sedikit melengkung sehingga dapat melingkari perut ibu, tidak hanya membelokkan kepala bayi
e.    Kuping dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
f.     Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.

3.    Payudara di pegang dengan ibu jari di atas putting dan jari yang lain menopang di bawahnya, jangan menekan putting susu atau areolanya saja seperti memegang rokok.
4.    Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh pipi atau sudut mulut bayi dengan putting.
5.    Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat payudara dimasukkan ke mulut bayi.
a.    Usahakan seluruh areola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga putting susu berada di bwah langit-langit dan lidah bayi akan menekan.
b.    Setelah bayi mulai menghisap payudara dengan irama perlahan namun kuat, maka payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi.
6.    Melepas isapan
Bila satu payudara telah terasa kosong, jangan biarkan bayi terus menghisa sebab udara akan masuk. Lepaskan isapan dan ganti dengan payudara yang lain.
Cara melepaskan isapan bayi :
a.    Jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau,
b.    Dagu bayi ditekan ke bawah
7.    Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian di oleskan pada putting susu.


3. Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
a. Membuat rencana persalinan
1) Tempat persalinan
2) Memilih tenaga kesehatan terlatih
3) Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
4) Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
5) Siapa yang akan menemani saat persalinan

6) Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut
7) Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada
b. Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambilan keputusan tidak ada
c. Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
d. Membuat rencana/pola menabung
e. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan
4. Persiapan kelahiran bayi
              Ada 5 komponen penting dalam rencana kehamilan
Langkah I : Membuat rencana persalinan

Idealnya setiap keluarga mempunyai kesempatan untuk membuat suatu rencana persalinan. Hal-hal di bawah ini haruslah digali dan diputuskan dalam membuat rencana persalinan tersebut :
·         Tempat persalinan
·         Memilih tenaga kesehatan terlatih
·         Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
·         Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
·         Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara
mengumpulkan biaya tersebut
·         Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada

Langkah II : Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambil keputusan tidak ada.
Penting bagi bidan dan keluarga untuk mendiskusikan :
·         Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga ?
·         Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama
tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan ?


Langkah III : Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
Setiap keluarga seharusnya mempunyai rencana transportasi untuk ibu, jika ia mengalami komplikasi dan perlu segera di rujuk ke tingkat asuhan yang lebih tinggi. Rencana ini perlu dipersiapkan lebih dini dalam kehamilan dan harus terdiri dari elemen-elemen di bawah ini :
·         Dimana ibu akan bersalin (Desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit).
·          Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawatdaruratan Bagaimana cara mencari donor darah yang potensial

Langkah IV : Membuat rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawatdaruratan. Banyak sekali kasus, dimana ibu tidak mencari asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang diperlukan.

Langkah V : Mempersiapkan langkah yang diperlukan untuk persalinan
Seorang ibu dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan. Ia dan keluarganya dapat mengumpulkan barang-barang seperti pembalut wanita atau kain, sabun, seprai dan menyimpannya untuk persiapan persalinan.
5. MEMANTAU KESEJAHTERAAN JANIN
Biasanya pada ibu hamil trimester pertama belum terlalu memperhatikan tentang perkembangan janin mereka. Namun baru pada trimester dua ibu hamil lebih memperhatikan janin mereka dengan memantau perkembangannya. Contohnya seperti pemeriksaan USG. Ibu itu dapat melihat gerakan janin yang ada di perut mereka baik dengan 3 dimensi maupun 4 dimensi. Jika terjadi ketidak normalan pada janin merekapun dapat terlihat sehingga dapat untuk mengetahui sejak awal.
Selain itu ibu hamil juga bisa memantaunya dengan cara memeriksa pada bidan, di situ akan diperiksa leopold dan akan didengar DJJ oleh bidan. Selain itu ibu hamil dapat berkonsultasi baik keluhan maupun saran kepada ibu bidan.


Ibu hamilpun dapat memantau tumbuh kembang janinnya sendiri dengan cara lebih memperhatikan makanannya apakah sudah cukup gizi atau belum. Pola istirahat pun dapat lebih dijaga karena sebaiknya ibu hamil tidak boleh terlalu lelah, faktor lingkungan yang bersih dan nyaman pun sangat diperluka bagi ibu hamil.

DAFTAR PUSTAKA


Buku Sumber :
1.     Varney, Helen. 1997. Varney Midwifery.
2.    Hamilton, Persis Mary. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta.EGC.
3.    Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta. EGC Maternitas. Jakarta. EGC.
4.    Bobak. 2005. Keperawatan Maternitas. Jakarta. EGC.
5.     Depkes RI. 2001. Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan Persalinan
 Dan Nifas. Jakarta.
6.    Maternal Dan Neonatal. Jakarta. YBP-SP.
7.    Cunningham et al. 1995. Obstetri William. Jakarta. EGC.